Kasus penembakan 6 anggota Laskar FPI sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang ramai dijagat media sosial. Ada yang mengganggap pernyataan polisi memang benar, tetapi sebelum pernyataan dari polisi terlebih dahulu FPI telah memberikan pernyataan bahwa mereka telah dihadang oleh anggota polisi yang berpakaian preman.
Dan alhamdulillah, akhirnya kasus ini makin terang benderang karena keteledoran Kapolda Metro Jaya dalam kasus Penembakan laskar FPI.
Anehnya Kapolda mengadakan press confrece dengan barang bukti yang kurang kuat karena tanpa cek n ricek tentang kejadian sebenarnya hingga membuat Kapolda jumawa dan terjebak dengan ucapannya sendiri.
Sebagai contoh, jika ada kejadian tembak menembak, semestinya Korban yg ditembak tidak secepat itu akan dibawa kerumah sakit sebelum ada olah TKP ( bukti mayat pelaku penembakan harus ada di TKP ) dan biasanya Polri pamerkan di Media Masa, ternyata tidak ada 6 jasad korban pelaku penembakan seperti yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya.
Selanjutnya adanya Voice Record laskar yg dikirim melalui seseorang, sebelum laskar tersebut ikut di eksekusi oleh OTK (Polisi Berpakaian Preman) dalam peristiwa ini Kapolda sepertinya di jebak untuk mengatakan hal yang akan membuka sebuah kebenaran, yang semestinya Kapolda dapat menyangkal bahwa aparat Kepolisian sama sekali tidak terlibat dalam kasus tembak menembak itu.

Sepertinya Fadil terlalu ambisius untuk menduduki Jabatan Kapolri, tapi Allah SWT berkehendak lain. Allah biarkan Irjen.Pol. Fadil membuat blunder akibat ulahnya sendiri. Sebelum Kapolda Metro Jaya Irjen.Pol. Fadil press conference, FPI melalui medsos sudah menyebarkan berita tentang peristiwa yang dialami HRS dan rombongan saat hendak melaksanakan pengajian khusus keluarga. Dalam pesan singkat itu disampaikan bahwa telah terjadi penghadangan mobil rombongan HRS oleh orang tak dikenal atau OTK.
Jelas dalam pesan itu tidak ada tulisan yg menyatakan pelakunya adalah aparat hukum karena dalam pesan singkat itu pun tertulis bahwa penghadang rombongan HRS berpakaian Sipil. Jadi Jelas, bila Kapolda Metro Jaya jeli dalam mengamati situasi seperti itu, maka selamatlah Irjen.Pol. Fadil Sebagai Kapolda Metro Jaya, bahkan akan dipromosikan menjadi Kapolri.
Tapi Allah SWT punya kehendak lain, perlahan Allah SWT membuka sifat asli Irjen.Pol. Fadil yang terkesan ambisius ingin mengambil jabatan yang lebih tinggi. Yang tadinya berniat ingin jadi pahlawan di mata masyarakat, tetapi dia malah membuka boroknya sendiri.