Pernahkah kalian hampir tertidur atau bahkan tertidur ketika berada dalam kendaraan dengan jalanan yang lurus dan mulus? Tanpa disadari tahu-tahu kalian sudah berada di tempat tujuan. Atau bagi kalian yang naik kendaraan umum, tahu-tahu tempat yang kalian tuju sudahlah terlewat. Aku pernah! Aku pernah mengalami keduanya. Ketika ternyata jalanan lurus dan mulus membuat kita hanya tertidur sepanjang perjalanan.
Pernah jugakah kalian terus terjaga di jalan yang berlubang, terjal, licin, di sisi jalan terdapat jurang, banyak turunan, dan melalui tanjakan? Apa yang kalian lakukan dalam perjalanan dengan tipe ke-2 ini? Bisa jadi akan lebih banyak doa di sini karena jalanan yang cukup berbahaya. Bisa jadi juga ada lebih banyak pengalaman yang bisa diceritakan mengingat pengalaman ini adalah pengalaman dengan penuh kesan menegangkan, menakutkan, menantang, atau membuat tangismu sulit berhenti.
Dari jalan dengan dua tipe yang berbeda di atas. Jalan manakah yang lebih banyak memberikanmu sesuatu? Tentu pilihanmu adalah pada jalan tipe ke-2 bukan? Ya, jalan dengan tioe tersebutlah yang ternyata membuat seseorang lebih kaya pengalaman dibandingkan dengan tipe pertama. Di jalan tipe pertama, kau justru tertidur! Jalan yang melenakan. Di jalan tipe pertama, tidak banyak yang dapat engkau peroleh.
Jalanan tipe ke-2 memang tidak mengenakkan. Ada tangis di sana, tapi dari tangis ini lah engkau belajar sesuatu. Dari tangis itulah engkau belajar semakin tangguh dalam menjalani berbagai pengalaman lainnya yang ada di hadapanmu. Dari takut, engkau belajar semakin berani sekaligus ikhlas. Berani berjalan ke depan dan ikhlas dalam menerima berbagai ketetapan hidup terbaik yang dirancangkan oleh Tuhan.
Bagaimana, pernah mengeluhkan atas ‘jalan tidak mulusmu’?
Coba lihat apa yang sudah engkau peroleh dari jalanan tersebut!