Menonton, ini adalah salah satu hobi yang banyak diminati oleh orang dengan berbagai usia. Kini, bahkan anak-anak balita ada juga yang sudah dikenalkan dengan kegiatan menonton ini. Tampaknya bisa jadi ini juga menjadi salah satu alasan mengapa ada kategori usia. Memang ada banyak sekali film yang diproduksi di dunia perfilm-an. Namun banyaknya film ini bukan berarti bahwa semua film ini bisa ditonton oleh siapapun.
Kategori usia adalah hal yang sudah sepatutnya diperhaikan, khususnya oleh para orangtua. Sungguh sedih jika banyak dijumpai anak-anak yang berada di dalam bioskop, dalam pemutaran film yang jelas-jelas kategorinya adalah 17+. Pernah aku bertanya kepada anak yang menonton film yang tidak sesuai dengan kategori usianya. Ada yang menyebutkan bahwa ia memang menunggu-nunggu tayangnya film tersebut di bioskop. Anak lain menyebutkan bahwa ia diajak nonton oleh orangtuanya.
Untuk para orangtua, yang merupakan pemberi izin bagi para anaknya dalam kegiatan menonton, hendaknya lebih bijaksana dalam memberikan izin. Badan sensor tentu sudah mempertimbangkan pemberian kategori tersebut. Ada konten-konten yang tentunya tidak sesuai dengan perkembangan anak karenanya ia masuk ke dalam kategori 17+.
Pernah ada berita-berita yang muncul di media masa yang menggambarkan tentang perilaku remaja yang melakukan sesuatu karena terinspirasi dari film yang mereka tonton. Ternyata melalui input informasi dari sesuatu yang dilihat (baca:ditonton) dan didengar, ternyata bisa berbeda proses pengolahan inputnya. Proses pengolahan informasi ini lah yang nantinya akan mempengaruhi perilaku seseorang lainnya.
Yuk, lebih bijak agar anak mendapatkan input informasi yang inspiratif untuk melakukan hal yang bermanfaat!