Panik, ini adalah serang yang menyeramkan. Ketika butir keringat rasanya membesar lebih dari biasanya, ketika jantung berdebar lebih kencang dari pada biasanya. Siapa yang pernah merasakan ini? Ketika tiba-tiba laptop mati di tengah-tengah presentasi penting di hadapan klien. Ketika tiba-tiba atasan meminta data dan engkau kesulitan untuk mengakses data tersebut, sementara atasanmu menungguimu langsung untuk mangambil data tersebut. Ketika tiba-tiba bagian supervisi masuk di tengah rapat dan jelas-jelas ia sedang melakukan supervisi padamu yang sedang memimpin rapat. Dalam momen-momen tersebut kau kemudian melihat ada potensi-potensi salah dan kau merasa terbebani dengan potensi tersebut karena dikaitkan pula dengan penilaian pihak luar.
Panik adalah reaksi yang diberikan oleh tubuhmu ketika ia merasa terancam. Ancaman ini membuat otak memberi instruksi kepada syaraf untuk memberikan reaksi berupa melawan atau menghindar. Hal inilah yang membuat kita kemudian menghasilkan adrenalin. Adrenalin ini lah yang membuat detak jantung meningkat. Hal ini terjadi untuk mewalwan ‘ancaman’ agar kita bisa selamat dari hal tersebut.
Ketika hal ini terjadi, cobalah untuk menarik nafas, ‘sadarkan’ dirimu bahwa adanya ‘serangan’ itu tidak mengapa. Ingatlah bahwa semua yang terjadi adalah kehendak dari Tuhan dan ini tandanya Tuhan sudah beri kepercayaan bagimu untuk bisa hadapai hal-hal tersebut. ingatkan juga diri bahwa salah atau malu itu tidak mengapa. Ini adalah bagian dari pembelajaran dalam hidupmu.
Ketika tiba-tiba panik melanda? Kenali tanda panikmu, kuasai diri, berdoalah, tarik nafas panjang agar lebih relaks, dan lakukan usaha terbaik yang engkau bisa.