Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Tips Pendidikan 5 min read Juli 05, 2025

Kemendikdasmen dan Kemensetneg Kolaborasi Luncurkan Program "Setneg ke Sekolah" untuk Perkuat Pendidikan Nasional

Author

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Program “Setneg ke Sekolah” (SkS) sebagai wujud nyata kolaborasi strategis untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Kegiatan ini berlangsung secara luring di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten selama lima hari, dari 16 hingga 20 Juni 2025.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Biro SDM Deputi Administrasi Aparatur Kemensetneg, Muharromi, serta Kepala BGTK Provinsi Banten, Sugito Adi Warsito.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong agar CPNS tidak hanya memahami urusan birokrasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata di masyarakat, khususnya dalam pendidikan dan penanaman nilai nasionalisme di kalangan siswa.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kapasitas pendidikan dasar dan menengah dengan mengirimkan CPNS Kemensetneg ke SD, SMP, dan SMA untuk membantu proses belajar-mengajar serta operasional sekolah.

“Peserta pembekalan tidak hanya dibekali pengetahuan, tapi juga harus mampu menunjukkan integritas, kompetensi, dan kepedulian—tiga pilar utama ASN dalam melayani masyarakat,” tegas Putra Asga, Senin (16/6).

Kasubdit Peningkatan Kapasitas Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Meliyanti, melaporkan bahwa sebanyak 386 CPNS mengikuti pembekalan ini di dua lokasi berbeda: 278 peserta di BGTK Banten (untuk SD, SMP, SMA) dan 108 peserta di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kemensetneg, Cipete.

Materi pembekalan mencakup topik-topik seperti pengantar pedagogi, perkembangan peserta didik, pendidikan di era Society 5.0, growth mindset, pendidikan inklusif, dan penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Seluruh materi disampaikan oleh para ahli dari kalangan guru, dosen, widyaiswara, dan pengembang teknologi pendidikan.

Meliyanti menambahkan, kegiatan ini akan memberi peserta pemahaman awal terkait lingkungan dan karakteristik satuan pendidikan tempat mereka ditugaskan. Diharapkan, para CPNS dapat beradaptasi dengan cepat dan memberi kontribusi nyata selama masa penugasan enam bulan ke depan.