Bunda pasti akan merasa senang ketika didiagnosa hamil, akan tetapi terkadang kondisi yang pada awalnya merupakan hal yang membahagiakan dapat berubah menjadi sesuatu hal yang mengecewakan. Yaitu akibat adanya proses yang tidak normal pada kehamilan. Setiap wanita yang mengalami kehamilan terdapat risiko mengalami masalah kehamilan dan ketidaknormalan yang dapat saja terjadi karena beberapa kondisi tubuh maupun karena genetik wanita itu sendiri.
Risiko kehamilan juga dapat terjadi akibat lingkungan di sekitarnya sehingga kehamilan tersebut tidak normal. Seperti hamil anggur, hamil di luar kandungan, kehamilan kosong, janin tidak berkembang. Dan berbagai permasalahan selama masa kehamilan tersebut dapat segera diketahui. Sebagian besar dapat dipastikan bila janin yang berada dalam rahim ibu tidak dapat diselamatkan.
https://pafikabpangkajene.org/
Bila hal tersebut terjadi dapat mengakibatkan situasi yang membahayakan bagi ibu. Untuk proses penanganan yang sebaiknya dilakukan adalah tindakan kuretase. Tindakan kuretase terkadang dapat menimbulkan masalah bila tindakan kuret tersebut belum bersih sepenuhnya. Dan sudah seyogyanya bila ibu dapat mengetahui serta memahami bilamana proses kuret tersebut belum bersih melalui ciri-ciri berikut ini :
- Pendarahan hebat
Yang pertama merupakan ciri kuret tidak bersih yaitu suatu kondisi si mana terjadi perdarahan yang hebat keluar dari rahim wanita beberapa hari setelah pasca kuretase. Bila terjadi pendarahan tersebut harus diwaspadai bila pernah menjalani kuretase karena hal tersebut dapat mengancam jiwanya. Segera berkonsultasi dengan dokter kandungan bila terdapat bercak darah yang terus meningkat jumlahnya. Setelah melakukan tindakan kuretase lakukan pemeriksaan rutin agar dapat mengetahui kondisi rahim dan sebagai pencegahan kondisi yang berbahaya serta adanya efek samping kuret dan lain sebagainya.
- Nyeri di sekitar vagina
Ciri lainnya yang dapat mengindikasikan bila kuret belum bersih yaitu merasa nyeri yang cukup kuat di daerah vagina serta pada perut bagian bawah. Nyeri hebat tersebut merupakan rangkaian dari perdarahan serta tanda awal ada yang bermasalah di dalam rahim setelah kuret. Dokter akan memberikan obat golongan NSID atau obat anti nyerui untuk menghindari rasa nyeri akibat operasi.
- Keluar gumpalan darah dari vagina
Di samping pendarahan, ciri lain dari kuretase yang tidka bersih yaitu keluarnya gumpalan darah bersamaan dengan proses perdarahan seperti tersebut di atas. Gumpalan tersebut menandakan bila masih ada sisa jaringan janin maupun non janin yang dibersihkan melalui tindakan kuret.
- Bau yang tidak enak di daerah vagina
Bila muncul bau yang tidak enak dan tidak sedap di daerah sekitar vagina, ini adalah ciri lainnya bila kuret tersebut belum benar-benar versih. Apalagi bila diikuti dengan adanya demam, hal tersebut merupakan pertanda terjadinya resiko infeksi pada vagina pasca kuretase. Bau yang tidak sedap akibat dari sisa konsepsi yang masih ada di dalam rahim.
- Terdapat gumpalan pada pemeriksaan USG
Bila rahim belum bersih pasca kuretase maka ketika dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG, akan terlihat kondisi rahim yang tidak bersih. Hal ini juga dapat terlihat dengan pemeriksaan kadar HCG, di mana seharusnya sudah tidak meningkat katika rahim dalam kondisi telah bersih pasca kuretase.
Itulah beberapa ciri bila proses kuretase belum bersih sehingga dapat menimbulkan risiko yang membahayakan keadaan ibu. Maka dari itu proses kuretase sudah seharusnya dilakukan pada fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan serta prosedur kuret yang sesuai dengan standar kesehatan.