Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Cerita Produk 5 min read Juni 01, 2025

Beberapa Kegiatan Utama SITABA Langkat

Author

Sistem tanggap bencana (https://ekinerja.langkatkab.go.id/sitaba/) adalah serangkaian mekanisme, prosedur, dan upaya terorganisir yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk merespons secara cepat dan efektif terhadap situasi darurat akibat bencana—baik bencana alam (seperti gempa, banjir, longsor) maupun non-alam (seperti kebakaran atau bencana industri).

Sistem tanggap bencana di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat serta instansi terkait.

Berikut adalah beberapa kegiatan utama yang dilakukan :

1. Pelatihan dan Pendidikan Siaga Bencana

BPBD Langkat rutin mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pada November 2023, misalnya, Plt Bupati Langkat membuka Pendidikan dan Pelatihan Tanggap Siaga Bencana yang diikuti oleh relawan Tagana, Karang Taruna, dan organisasi sosial lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

2. Pendirian Posko Siaga Bencana

BPBD Langkat mendirikan posko siaga bencana di lokasi-lokasi rawan bencana. Contohnya, pada November 2022, enam desa di Kecamatan Tanjung Pura dan Besitang dilanda banjir, dan BPBD segera mendirikan posko siaga bencana untuk koordinasi penanganan darurat dan distribusi bantuan.

3. Mitigasi Bencana di Objek Wisata

BPBD Langkat melakukan mitigasi risiko bencana di objek wisata yang berpotensi ramai pengunjung, seperti Bukit Lawang di Bahorok, Tangkahan di Batang Serangan, dan Desa Telagah di Sei Bingai. Kegiatan mitigasi meliputi sosialisasi kepada pengelola wisata, pendataan lokasi rawan bencana, penyiapan jalur evakuasi, dan pelibatan relawan serta aparat setempat. Mistar

4. Pembangunan Infrastruktur Darurat

BPBD Langkat juga terlibat dalam rehabilitasi infrastruktur vital pasca bencana. Misalnya, setelah terjadi angin puting beliung yang merusak rumah warga di 13 kecamatan, BPBD menyalurkan bantuan berupa material bangunan dan membangun tiga jembatan darurat di Kecamatan Sei Bingai dan Tanjung Pura.

5. Lumbung Sosial Penanggulangan Bencana

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Langkat bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI untuk membentuk lumbung sosial penanggulangan bencana di Kecamatan Tanjung Pura dan Besitang. Lumbung sosial ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan logistik bantuan untuk memudahkan distribusi saat terjadi bencana.

6. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB)

BPBD Langkat juga membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) yang dilatih secara rutin untuk meningkatkan kemampuan dalam kaji cepat, evakuasi, dan penanganan pasca bencana. Pelatihan ini melibatkan personel BPBD, OPD terkait, TNI/Polri, dan BUMN/swasta, serta dibimbing oleh narasumber dari BNPB Pusat.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, https://ekinerja.langkatkab.go.id/sitaba/ berupaya membangun sistem penanggulangan bencana yang terkoordinasi, responsif, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.