Pertarungan politik di kota Solo dipastkan akan sangat seru, karena kehadiran putra kraton yaitu Syailendra Soeryo Soepomo yang akan melawan putra Presiden Republik Indonesia saat ini yaitu Gibran Rakabuming, yang sebelumnya akan ditetapkan sebagai calon tungkal pada pemilihan walikota Solo.
Syailendra Soeryo Soepomo merupakan cucu dari Paku Buwono XII alias cicit Dr. Soepomo, yang tentunya masih berjiwa muda dan mempunyai paras yang lumayan tampan, sangat pas sekali jika Syailendra maju pada pemilihan walikota Solo melawan Gibran.
Hal ini tentu saja akan sedikit berpengaruh pada mesin politik PDIP dan Presiden Jokowi yang sepertinya memang ingin membangun dinasti kekuasaan dengan mencalonkan anak sulungnya yaitu Gibran. Dengan adanya lawan pertarungan dalam pemilihan Walikota Solo membuat PDIP dan mungkin Presiden Jokowi pun kalang kabut karena sebelumnya memang Gibran menjadi calon tunggal yang hanya akan melawan kotak kosong.
Majunya Syailendra Soeryo Soepomo menjadi calon Walikota Solo sangat mengejutkan dan tidak pernah diduga oleh siapapun. Dengan parasnya yang tampan dan mempesona pasti Syailendra banyak dikagumi kaum hawa. Apalagi dengan maju menjadi calon Walikota Solo pasti banyak kaum hawa yang ingin menjadi tim suksesnya atau bahkan memilihnya nanti pada saat pencoblosan.
Pada saat ini juga di Indonesia kaum hawanya tengah tergila-gila pada drama korea yang para pemain prianya mempunyai wajah yang sangat tampan, tentunya akan berpengaruh juga pada pemilihan Walikota Solo nanti yang menghadirkan Syailendra sebagai lawan Gibran.
Banyak yang bilang kalau Syailendra tidak perlu tim sukses karena adat ketimuran dikota Solo masih sangat kental, yang otomatis pasti akan memilih orang keraton. Apalagi melihat kinerja Presiden saat ini yang dianggap sudah gagal memimpin Indonesia, pasti warga Solo pun akan menilai itu karena Gibran merupakan anak dari Presiden saat ini yang sedang menjadi sorotan masyarakat Indonesia dan khususnya warga Solo. Hal itu pun pasti akan berpengaruh pada Gibran yang mencalonkan sebagai calon Walikota Solo saat ini.
Tetapi ada juga yang berpendapat dengan majunya Syailendra Soeryo Soepomo setidaknya harus menggaet partai politik setidaknya dua atau tiga partai politik, agar persaingan terasa adil dan semakin seru tentunya.