Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Tips Pendidikan 5 min read April 18, 2020

Mengalami Bekerja Dari Rumah? Baca Tips Ini Yuk!

Author

Bekerja dari rumah adalah salah satu kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam upaya penghentian penyebaran virus korona. Bekerja dari rumah memang membuat banyak karyawan merasa lebih aman. Karena setidaknya mereka bekerja namun tetap bisa berkumpul dengan keluarga. Ini adalah sesuatu yang sangat patut disyukuri. Ketika ada juga saudara-saudara kita yang tidak bisa bekerja dari rumah karena tuntutan profesinya. Sebut saja petugas medis, petugas farmasi, para petugas keamanan, para penyedia supply makanan, para petugas distribusitor bahan pokok, dan masih ada profesi lainnya. Ada juga saudara-saudara kita yang bahkan terpaksa kehilangan mata pencariannya, baik itu kerena dirumahkan oleh perusahaannya, maupun karena memang penghasilannya adalah dari pekerjaan harian. Ketika sebagian besar orang melakukan aktifitasnya, tidak bisa lagi mereka melakukan pekerjaannya seperti biasa. Sebut saja para pedagang makanan di kampus atau sekolah, penjual bubur keliling, tukang becak, tukang pangkas rambut, tukang pijat, pengemudi angkutan umum, pengemudi ojek online, pemandu wisata, penjual oleh-oleh di tempat wisata, guru privat, dan berbagai profesi lainnya.

Bekerja dari rumah dalam praktiknya ternyata mengalami berbagai dinamika. Mulai dari kendala teknis (baca: koneksi internet, salah jadwal rapat, dll) hingga kendala komunikasi. Di beberapa grup pertemanan juga pernah dibahas bahwa ternyata bekerja dari rumah tidak sesederhana yang ada di pikiran (sebelumnya). Ada beberapa teman yang juga mengeluhkan hal ini.

Komunikasi adalah hal yang sering diangkat dalam perbincangan dinamika bekerja dari rumah. Bagaimana pun juga ternyata komunikasi offline adalah komunikasi yang ideal. Ketika seseorang bisa ‘menangkap’ pesan dari lawan bicaranya dengan utuh sehingga ia pun bisa memberikan respon yang tepat. Seseorang dapat memahami pesan lawan bicara dengan melihat ekspresi wajah, gerak tubuh, dan intonasi sang pembicara. Dengan keutuhan pesan yang ia tangkap ini, ia pun kemudian dapat memberikan respon yang sesuai.

Dalam praktiknya ternyata komunikasi lewat awan ini sungguh berdinamika. Ketika proses input tidak dapat ditangkap dengan utuh oleh lawan bicara, maka kemungkinan ia merespon dengan tidak tepat pun cukup tinggi. Salah persepsi, salah pemahaman, salah tangkap, adalah ‘salah-salah’ yang sangat mungkin terjadi. Ini jugalah yang bisa menyebabkan terjadinya konflik.

Untuk mengantisipasi hal ini sangat dibutuhkan kepekaan dari setiap orang untuk dapat memahami kondisi patner kerja, juga dibutuhkan konfirmasi ulang jika ada deskripsi pekerjaan yang masih belum dipahami, dan tentunya dibutuhkan saling memahami bahwa kita sekarang sedang ada dalam situasi yang menantang. Tips terakhir adalah jika kalian merasa sungguh sulit bekerja dari rumah, ingat ada banyak orang yang menginginkan berada dalam posisimu sekarang.

Semoga informasi ini bermanfaat ya!