Bagaimana kita melihat sesuatu adalah pilihan. Ketika dua orang ketika dihadapkan dengan satu peristiwa atau satu objek yang sama bisa saja melihatnya seperti dua hal yang berbeda. Ini adalah pilihan bagaimana cara kita melihat sesuatu. Apakah kita melihat gelas terisi separuh sebagai gelas yang sebentar lagi penuh karena sudah terisi separuh ataukah gelas yang baru terisi separuh.
Masa di rumah saja, ini adalah situasi yang dialami oleh kita di masa pandemi virus korona. Apakah kita melihat situasi ‘di rumah saja’ sebagai momen kita beristirahat sesaat tidak perlu ke luar rumah, setelah selama ini waktu kita lebih banyak dhabiskan di luar rumah ataukah melihat ini sebagai momen penuh keterbatasan mobilitas. Ini adalah pilihan.
Coba kalian rasakan, dengan memilih pilihan pertama apa yang dirasa? Dengan kalian memilih pilihan kedua apa yang dirasa? Manakah yang membuat kalian lebih nyaman? Manakah yang membuat kalian lebih bahagia? Pilihlah pilihan yang bisa membuat pikiran lebih positif.
Setelah kita menentukan bagaimana cara kita melihat sesuatu, selanjutanya adalah bagaimana kita mengisi hari-hari. Sama seperti bagaimana cara melihat, bagaimana cara mengisi hari pun adalah pilihan kita. Apakah kita mengisi hari dengan syukur atau kita mengisi hari dengan keluh kesah? Sama seperti pilihan sebelumnya, pilihlah yang paling membuatmu bahagia.
Intinya hidup itu adalah wahana dengan pilihan bagaimana cara kita melihat dan bagaimana kita mengisinya!
Selamat pagi dan selamat menentukan pilihan!