Pernahkah engkau merasa sangat sedih? Merasa bahwa engkau sedang mengalami masalah yang sangat pelik. Jika pernah atau justru sedang merasakannya. Coba deh kalian ingat ketika dulu kalian masih kecil. Ingat apa yang menjadi masalah kalian di kala itu. Ingat-ingat juga lah bagaimana kalian dulu bisa menyelesaikan atau melewati hal tersebut.
Naik kelas, ternyata ini bukanlah hanya berlaku ketika kita duduk di bangku sekolah formal saja. Dalam keseharian kita, ternyata kita sedang menghadiri sebuah kelas. Kelas yang sangat besar dengan murid-murid yang merupakan orang-orang yang ada di sekitar kita. Keluarga, sahabat, teman, kolega, dan orang-orang lain yang berinteraksi dengan kita adalah murid, sama seperti kita. Dalam kelas ini murid tidak diseragamkan jenjang kelasnya. Di kelas berapa kita, tergantung kemampuan kita. Dalam satu kelas berjenjang-jenjang levelnya. Levelnya bisa saling berdekatan, bisa sama, tapi tidak juga menutup kemungkinan ada beda yang jauh antara kelas kita dengan kelas murid lainnya. Uniknya di kelas keseharian ini ujian setiap muridnya adalah ujian yang tidak diumumkan waktunya. Tidak ada waktu untuk mempersiapkan diri secara khusus seperti di sekolah formal pada umumnya. Kita harus siap menjalani ujian ini. Ujian ini lah yang kita rasakan sebagai rasa sedih, rasa kesal, rasa takut, rasa khawatir, dan berbagai rasa lainnya. Ujian-ujian ini datang tanpa pengumuman. Dia lah ‘ujian kenaikan kelas kehidupan’.
Tanpa disadari kita sudah duduk di bangku kelas kehidupan ini sejak kita bisa mengingat. Coba kalian telusuri, pada usia terkecil berapakah kalian bisa mengingat masa kecil kalian. Mungkin sekitar usia taman kanak-kanak? Atau usia SD kelas 1? Coba ingat-ingat kembali kesulitan apa yang masih kalian ingat kala itu! Mungkin ada yang mengingat kalau dirinya menangis kala taman kanak-kanak ketika tidak ditunggui sekolah. Masalah di kala itu adalah ingin ditunggui ketika sekolah dan solusi yang dipilih adalah menangis. Setiap dari kita sudah berjuang dari sejak kecil untuk bisa menyelesaikan masalahnya. Sebenarnya sejak bayi sih, tapi tampaknya ingatan masa bayi hanya diingat oleh orangtua bayi masing-masing.
Nah, berbagai rasa yang hadir dalam kelas kehidupan ini adalah tantangan bagi setiap murid untuk kenaikan kelasnya. Berusaha, berjuang, dan berdoalah. Tak ada soal ujian yang salah alamat. Soal ujian sudah disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing. Ini adalah ujian saat keyakinanmu kepada Tuhan diuji. Selamat belajar di kelas kehidupan, semangatlah dalam setiap pembelajaran! Berbahagialah akan kenaikan kelasmu!