Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Tips Pendidikan 5 min read Maret 25, 2020

Dinamika Anak Belajar dari Rumah Bersama 'Guru' Orangtua

Author

Belajar di rumah, sudah hampir dua minggu program ini menggantikan kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah. Penyebaran virus korona, membuat para pelajar  hendaknya dapat beradaptasi dengan program belajar ini. Sebenarnya, bukan hanya para pelajar yang harus beradaptasi dengan baik. Para orangtua dan para guru pun mengalami hal yang sama. Ketika dalam rutinitas normal, orangtua mengantarkan anaknya ke sekolah. Kini yang terjadi adalah para guru yang ‘mengantarkan’ materi pembelajaran kepada para pelajar, tentunya melalui orangtuanya masing-masing.

Ada berbagai pendapat mengenai hal ini. Mengenai (seolah) bertambahnya pekerjaan orangtua menjadi seorang guru bagi anak-anaknya di rumah. Ada banyak gambar, broadcast, atau postingan dalam bentuk lainnya yang menceritakan tentang fenomena ini. Ada gambar dengan anak yang hendak kabur dan berkata hendak ke rumah gurunya karena orangtuanya galak, ada juga pantun yang menceritakan kalau ia ingin sekolah ‘sungguhan’, dan berbagai postingan yang menggambarkan situasi belajar di rumah ini.

Ada orangtua yang seakan mendapatkan reminder bahwa baru kali ini ia mengetahui pelajaran anaknya secara detil. Ada juga orangtua yang mengadari bahwa sungguh selama ini guru anaknya di sekolah sungguh luar biasa karena berhasil menangani anaknya. Ada orangtua yang kini menyadari pelajaran kesukaan anaknya. Ada juga orangtua yang mengeluh sungguh menguras energi dan emosi berperan sebagai guru anaknya (sendiri). Cerita lainnya menyebutkan bahwa ia hampir menyerah karena bingung bagaimana mengajarkan materi pelajaran kepada anaknya.   

Ya, ternyata belajar di rumah ini banyak membuat kisah baru bagaimana orangtua menjalankan peran sebagai guru offline anaknya setelah mendapatkan tugas secara online dari guru resmi anaknya. Ketika mendapatkan penjelasan materi pelajaran harian, orangtua langsung menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di rumah. Selain itu orangtua juga sibuk mencetak/menuliskan soal/mencari materi di halaman tertentu untuk dipelajari atau dikerjakan oleh anaknya, sesuai dengan instruksi yang diberikan. Sebenarnya mendampingi anak dalam belajar bukan hal baru bagi orangtua yang rutin mendampingi anak mengerjakan PR atau belajar. Namun yang menjadikan hal ini baru adalah bahwa ini berlangsung setiap hari, dengan tugas yang beragam, dan ini berjalan panjang (setidaknya ini sudah berjalan hampir dua minggu).  

Salah satu dampak positif dari kegiatan ini, terlepas dari berbagai dinamika lainnya adalah, kini orangtua dapat semakin dekat dengan anak-anaknya. Tak hanya mengantarkan mereka ke sekolah, kini orangtua memang ada di sekolah anaknya! Karena orangtualah yang menjadi guru bagi anaknya masing-masing. Teruslah bersemangat para guru!