Dalam dua minggu ke depan anak-anak sekolah akan belajar jarak jauh dari rumah. Ini adalah salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran virus korona. Belajar jarak jauh ini menjadi tantangan bagi orangtua, anak, dan juga tentunya bagi para tenaga pengajar. Memang sebenarnya belajar jarak jauh ini bukanlah hal baru mengingat di zaman milenial ini sebagian besar masyarakatnya sudah ‘akrab’ berinteraksi melalui internet ini. Namun, memang jika peruntukkannya spesifik dalam kegiatan belajar mengajar, mungkin masih perlu ada semacam pengarahan terlebih dahulu agar semua pihak bisa menggunakan media daring ini sebagai alternatif ketika kegiatan belajar tidak bisa dilakukan secara langsung.
Kemajuan era digital bukan hanya menyentuh dunia industri, transportasi, marketing, atau bidang komersil lainnya. Kemajuan era digital juga sudah menyentuh dunia pendidikan. Kini bahkan aplikasi belajar online menjadi salah satu pilihan bagi siswa-siswa yang aktif (baca: tidak punya waktu khusus untuk mengikuti bimbingan belajar secara tatap muka).
Ketika masyarakat kini dihadapkan dengan kondisi untuk melakukan social distancing, kegiatan belajar mengajar tetaplah berlangsung dengan menggunakan mode jarak jauh. Kekhawatiran pendidikan anak-anak dengan kondisi merebaknya virus kini sedikitnya terjawab dengan adanya model belajar seperti ini.
Setelah aplikasi belajarnya disiapkan oleh pihak sekolah, pihak orangtua lah yang selanjutnya perlu berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengatur waktu belajar, teknis pengerjaan tugas, dan mengkondisikan anak agar dapat melakukan kegiatan belajar dalam situasi di rumah seperti sekarang.
Semoga informasi ini bermanfaat. Tetap sehat, teruslah bermanfaat dalam berbagai situasi!