Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Tips Pendidikan 5 min read Februari 28, 2020

Mana yang Kamu Pilih, Menulis Atau Berbicara?

Author

Menulis, ini adalah salah satu kegiatan yang rasanya sudah kita lakukan sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan mungkin ada yang sudah bisa ,melakukannya ddari sejak duduk di bangku TK! Ya, menulis ternyata  adalah salah satu kegiatan yang sudah dilatihkan sejak kita di masa kanak-kanak.

 

Mengapa kita perlu (bisa) menulis?

Menulis adalah salah satu saluran output, setelah kita mendapatkan input informasi.

Mengapa kita perlu memahami saluran output menulis ini?

Ketika kita menerima input informasi, otak kita kemudian akan memproses informasi-informasi yang masuk melalui penginderaan kita. penginderaan tersebut bisa berupa sesuatu yang kita lihat, dengar, cecap, atau raba. Input ini juga bisa berupa rangkaian kegiatan yang mencakup berbagai proses penginderaan. Misalkan melalui kegiatan jelajah alam, berbagai indera kita bisa mendapatkan input informasi yang berlimpah. Ada suara hewan yang terdengar, ada pemandangan alam yang kita lihat, ada juga buah-buahan yang kita bisa cicipi berbagai rasanya, ada juga beragam tekstur kulit pohon yang bisa kita raba teksturnya. Berbagai informasi yang diperoleh dari penginderaan ini kemudian diproses oleh pikiran untuk diolah. Nah, hasil pengolahan ini lah yang akan sangat disayangkan jika tidak dikeluarkan dalam bentuk output. Saluran output inilah yang salah satunya adalah kegiatan menulis.

 

Lantas mengapa ada menulis jika kita bisa menggunakan saluran output berbicara?

Berbicara adalah saluran output yang bisa dipilih ketika kita bisa langsung menemukan lawan bicara pada saat tertentu. Dan dalam praktinya, kita tidak bisa selalu menuemukan lawan bicara kapan pun kita mau. Adakalanya kita perlu menunggu lawan bicara kita untuk mempunyai waktu yang memungkinkan untuknya mendengarkan ‘ouput’ kita. Menunggu adalah pilihan yang menjadi alternatif ketika kita belum bisa menemukan lawan bicara kita.  Sedangkan dengan menulis, kita bisa mengefektifkan waktu ‘menunggu’ dengan melakukan hal lainnya. Menulis juga merupakan salah satu aktifitas yang dapat melatih kita untuk dapat menstrukturkan isi pikiran. Karena dengan menulis, kita juga berusaha agar ‘lawan bicara’ kita (baca: orang yang membaca tulisan kita) paham akan apa yang kita utarakan bukan?

 

Saluran output manakah yang sering kamu pilih setelah kamu memproses input-input informasimu?