Breaking
New lifestyle trends taking over Jakarta • Tech giant releases new gadget • Local elections update
Tips Kesehatan 5 min read Januari 04, 2020

Kenali Terjadinya Hamil Anggur dan Penanganannya

Author

Pernah mendengar istilah hamil anggur? Mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing dan mengetahui apa yang disebut dengan hamil anggur. Hamil anggur atau mola hydatidosa merupakan kelainan kehamilan atau kehamilan yang gagal karena terdapat kelaian pada proses perkembangan di sel telur. Pada kondisi demikian yang terjadi yaitu kondisi sel telur yang dibuahi oleh sprema tidak berkembang menjadi janin normal dan begitu juga dengan plasenta yang tidak berkembang sebagaimana mestinya. Hal ini yang membuat janin tidak tumbuh di dalam rahim. Dan sel terlur yang tidak berkembang tersebut akan membentuk sekumpulan kista atau gelembung yang berwarna serta berisi cairan, memiliki bentuk seperti anggur putih. Ukuran rahim pun tampak lebih besar daripada usia kandungan yang sebenarnya. 

Sebenarnya kondisi yang demikian jarang terjadi akan tetapi dapat dialami oleh beberapa wanita. Pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun bila kekurangan protein atau menderita suatu penyakit yang kronis dapat menyebabkan hamil anggur. Untuk jenisnya, hamil anggur ini terbagi pada dua jenis yaitu hamil anggur lengkap dan hamil anggur parsial. Hamil anggur yang lengkap terjadi pada saat sel telur yang dibuahi oleh sprema tidak berkembang menjadi janin sebagaimana kehamilan yang normal. Hal ini juga membuat rahim dipenuhi dengan jaringan abnormal. Jadi pada hamil anggur lengkap ini isi rahim hanyalah gelembung yang dipenuhi cairan.

Sementara hamil parsial terjadi ketika sel telur normal dibuahi oleh dua sperma kemudian timbul jaringan plasenta abnormal yang nantinya tumbuh bersama janin yang abnormal. Setelah itu janin akan mengalami kerusakan yang fatal dan tidak lagi berkembang. Pada kasus ini, rahim terisi oleh gelembung-gelembung cairan serta janin yang pertumbuhannya tidak sempurna sehingga janin juga tidak akan mampu berkembang. Ketika seseorang mengalami hamil anggur, umumnya gejala yang dirasakan pada awal kehamilan serupa dengan kehamilan yang normal. Tetapi setelah sekian lama tanda-tanda tersebut berubah menjadi lebih intens. Seperti adanya pendarahan yang biasanya terjadi pada trimester pertama sehingga menyebabkan anemia.

Rasa mual pun dan muntah semakin menjadi parah, kemudian adanya kista yang berbentuk anggur keluar dari dalam vagina. Dan tidak hanya itu, muncul rasa nyeri pada tulang panggul, wanita yang mempunyai riwayat hipertensi perlu mewaspadai ganguan kehamilan ini. Di samping itu penderita hamil anggur yang menderita hipertensi akan terjadi pembengkakan. Ketika dilakukan pemeriksaan kehamilan, detak jantung tidak terdeteksi dan kehamilan demikian umumnya akan gugur sebelum bulan ke-4. Penanganan bila terjadi hamil anggur adalah melakukan tindakan kuret atau membuang kista tersebut pada klinik aborsi yang memiliki izin resmi dan ditangani oleh dokter ahli spesialis ginekologi yang berpengalaman serta dengan metode sesuai standard Ilmu Kedokteran.

Klinik kuret yang telah memiliki izin resmi dari kementrian kesehatan, salah satunya adalah klinik aborsi Jakarta yang tidak lain yaitu klinik Raden Saleh. Prosedur dalam tindakan kuret sesuai dengan standard SOP kesehatan ginekologi serta menggunakan peralatan yang modern dan tenaga medis yang ahli serta berpengalaman sehingga akan memberikan pelayanan yang prima juga memuaskan. Sebelum dilakukan tindakan kuret, terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan dengan USG maupun diperiksa dengan keadaan umum. Setelah satu minggu akan disarankan untuk check up kesehatan dan ditentukan kapan tindakan kuret dilakukan. 

Sesudah proses kuret dilaksanakan, pasien menjalani perawatan atau pemulihan di ruangan sekitar 20 menit hingga 1 jam dan setelah kondisi fisik normal akan diperbolehkan untuk pulang. Namun pasca kuret dalam waktu 1 minggu, melakukan kntrol kembali pada klinik agar memastikan proses kuret tersebut telah tuntas atau belum. Dan di samping itu juga akan diinformasikan mengenai pantangan baik makanan maupun minuman yang harus dihindari setelah tindakan kuret.